Artikel Menarik Lainnya

Final Cardistry Death Match 11 : Rama Dimasatria vs Ladislas Toubart

Akhirnya Cardistry Death Match 11 memasuki babak final. Seperti yang kita tahu, wakil Indonesia, Rama Dimasatria akan menghadapi Ladislas Toubart di puncak turnamen ini. Rama sangat bersinar sebagai card flourisher di sepanjang tahun 2011-2012 ini setelah tampil di berbagai acara televisi nasional dan memenangkan banyak kontes flourish internasional, salah satunya yang diselenggarakan oleh Dan and Dave.  Sedangkan Ladislas juga dikenal sebagai flourisher yang cukup disegani, terutama karena video kolaborasinya dengan Dimitri Arleri dan video spektakulernya di babak semifinal CDM 11 yang menurut saya hingga saat ini bisa disebut sebagai video terbaik sepanjang turnamen.  Bagaimanakah aksi keduanya di babak final?  Berikut video dari kedua kontestan.




Rama Dimasatria




Ladislas Toubart




Aerial vs Display?

Jika dilihat secara garis besar, kedua card flourisher ini menonjolkan dua elemen cardistry yang berbeda di videonya.  Video Rama didominasi oleh gerakan-gerakan akrobatik kartu yang sangat memukau, di mana Rama banyak melakukan aksi-aksi aerial seperti card juggling, arm spread, dan yang cukup memukau adalah gerakan spring grab (menangkap satu kartu dari satu deck yang di spring) dengan mulut.  Sementara Ladislas, dalam video yang berdurasi lebih singkat menampilkan display dengan tingkat kesulitan tinggi yang tampaknya membentuk huruf-huruf P-H-Y-N-A-L sesuai dengan judul videonya.  Klimaks dari videonya adalah ketika Ladislas tampil sebagai sosok bertangan empat, mengingatkan saya pada sosok "Asura", dewa perang dari Jepang.  


Who will be the winner?

Keduanya menampilkan kemampuan teknis yang sangat bagus.  Tidak dimungkiri, Rama dan Ladislas memang pantas berada di babak final.  Pertanyaannya, siapakah yang akan menjadi pemenang?  

Well, tentunya saya tidak dalam kapasitas untuk menilai siapa yang lebih unggul.  Para juri CDM 11 lebih berkompetensi untuk melakukan hal ini.  Namun jika ditanya soal preferensi, saya merasa Rama Dimasatria pantas menjadi juara kompetisi ini.  Saya menjagokan Rama bukan karena dia berasal dari Indonesia, namun secara teknis Rama memang menampilkan gerakan-gerakan yang lebih sulit dan menuntut kesempurnaan tinggi.  Satu hal lagi, dari segi sinematografi, video Rama sedikit lebih unggul, dengan kesan cardistry yang lebih kuat, angle gambar yang lebih cantik, dan musik yang pas.  Walau mungkin tidak seinovatif video Ladislas, secara keseluruhan video Rama lebih terkesan menghibur bagi penonton.  Kredit tersendiri patut diberikan pada Bayu Ajie Purnomo selaku director dan editor.

Sejauh ini, dari segi vote, Rama Dimasatria unggul dari Ladislas.  Yang cukup menarik, vote untuk Rama tidak hanya datang dari Indonesia, namun juga dari flourisher dan magician luar negeri seperti Magnus Leondhart, Terry Lu, dan Mads Flugt Larsen.


Jadi, siapakah yang akan menjadi pemenang CDM 11?  Sambil menunggu keputusan juri, berikan vote anda di alamat berikut :  http://kardistry.com/cdm11-final

0 comments:

Facebook Blogger Plugin: Bloggerized by AllBlogTools.com Enhanced by MyBloggerTricks.com

Post a Comment

Welcome to Wikumagic, the first online magic resource in Indonesia.
Komentar anda akan dimoderasi dan akan muncul setelah disetujui oleh Administrator.

Jika menggunakan anonymous ID, harap sertakan nickname anda di akhir posting.
Jika anda mengharapkan balasan atas komentar anda, lebih baik tulis di Wall Facebook Wikumagic di alamat
http://www.facebook.com/pages/Wikumagic/113846238688801
Terimakasih.